BAQ Gelar Seminar Pendidikan Al-Qur’an Bahas Strategi Tepat Mendorong Generasi Alpha Belajar Al-Qur’an Penuh Semangat

📅 Juni 18, 2026 👤 baq.or id



Sebanyak sekitar 100 peserta menghadiri Seminar Pendidikan Al-Qur’an yang diselenggarakan secara daring oleh PPT Bait Ahlil Qur’an pada Selasa (16/6/2026). Mengusung tema “Strategi Tepat Mendorong Generasi Alpha Belajar Al-Qur’an Penuh Semangat” , seminar ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni KH. Moh. Najib Zaini selaku Pengasuh PPT Bait Ahlil Qur’an dan Penyusun Metode Alif Laam Miim, serta Sahlul Fuad, S.Q., M.Si., Dosen Universitas PTIQ Jakarta sekaligus Ketua Robbaniyvin Center.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB melalui platform Zoom ini bertujuan untuk membekali para pendidik, orang tua, dan pengelola lembaga pendidikan Al-Qur’an dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik Generasi Alpha—generasi yang lahir di tengah kemajuan teknologi digital dan memiliki rentang perhatian pendek, lebih menyukai pembelajaran visual, serta kritis dalam menerima informasi.

Dalam pemaparannya, KH. Moh. Najib Zaini memperkenalkan Metode Alif Laam Miim sebagai pendekatan praktis dan sistematis dalam belajar membaca Al-Qur’an. Metode ini dirancang hanya dalam tiga jilid tipis dengan pembagian bab kecil sekitar sepuluh halaman, sehingga memberikan kesan psikologis bahwa belajar Al-Qur’an itu mudah dan cepat diselesaikan. Jilid I berfokus pada fondasi dasar membaca huruf tunggal berharakat hidup, Jilid II mengenalkan huruf mati (sukun) dan bacaan panjang (mad), sedangkan Jilid III membahas tajwid dan tanda waqaf secara aplikatif. Beliau menekankan pentingnya tiga pilar utama pemicu semangat belajar, yaitu metode yang tepat, guru yang hebat, dan nasihat yang memikat.

Sementara itu, Sahlul Fuad, S.Q., M.Si. mengangkat pendekatan ekologi pembelajaran sebagai alternatif dari pendekatan instruksional yang kaku. Menurutnya, menumbuhkan cinta Al-Qur’an pada Generasi Alpha harus dilakukan secara organik melalui pembiasaan lingkungan, bukan paksaan instruksi. Ia memaparkan tiga level ekologi pembelajaran: Level Mikro (keluarga) dengan menyediakan pojok Al-Qur’an fisik dan rutinitas harian 10–15 menit, Level Meso (komunitas) melalui halaqah kecil dan kompetisi sehat di mushala, serta Level Makro (kelembagaan) dengan mendesain TPQ ramah anak dan durasi belajar yang ringkas.

“Satu ayat yang dihayati dengan perasaan bahagia jauh lebih berharga daripada sepuluh juz yang dibaca di bawah tekanan ketakutan,” ujar Sahlul Fuad menekankan bahwa cinta (mahabbah) harus menjadi fondasi utama dalam pembelajaran Al-Qur’an. Ia juga mengingatkan pentingnya membatasi durasi tayang media digital maksimal 10–15 menit per sesi serta pendampingan aktif dari orang tua dan guru.

Para peserta tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Banyak di antara mereka yang mengapresiasi paparan tentang strategi menghadapi tantangan pengajaran Al-Qur’an di era digital, serta tips menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui edugames, cerita inspiratif, dan pemanfaatan media sosial secara terkendali.

Seminar ini juga memberikan sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar langkah dalam mendidik generasi Qur’ani dimudahkan oleh Allah SWT.

📞 Informasi Kontak

🏢

Alamat Kantor

Jl. Patriot Kp. Dua RT. 03/03 Jakasampurna, Bekasi Barat

📞

Telepon

021-89461065

💬

WhatsApp

0815-8686-7561

🕒 Jam Operasional

Senin - Jumat: 08:00 - 17:00 WIB

Sabtu: 08:00 - 15:00 WIB

Minggu: Libur

🏦 Rekening Donasi & Wakaf

Bank Muamalat
3050 1112 01
a.n. Yayasan Bait Ahlil Qur'an
Bank BSI
7093 6415 79
a.n. Yayasan Bait Ahlil Qur'an

🌐 Media Sosial & Website

✉️ Kirim Pesan