TAHFIDH VS PROYEK JALAN TOL LAYANG

📅 April 12, 2026 👤 baq.or id

Membangun Jalan Tol Layang adalah proyek besar yang memerlukan dana besar, perencanaan matang, kerja keras, kesungguhan, waktu panjang, komitmen, dan kesabaran.

Untuk menancapkan satu tiang penyangga saja, diperlukan banyak pekerjaan super berat: mulai dari menggali tanah, merangkai besi, membuat beton, dan lainnya. Sementara itu, tiang penyangga jalan tol tidak cukup satu, melainkan diperlukan ratusan bahkan ribuan. Belum lagi pembangunan jalan layangnya. Semua itu memerlukan kerja keras, komitmen, keistiqamahan, dan kesabaran.

Para pekerja proyek harus bekerja keras menguras tenaga hingga tak kenal lelah. Mereka mengorbankan waktu siang dan malam tanpa memedulikan terik matahari maupun guyuran hujan. Semua itu mereka lakukan hanya demi mendapatkan upah untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Apa hubungan Proyek Jalan Tol Layang dengan Tahfidh?

Tahfidh Al-Qur’an (menghafal Al-Qur’an) merupakan amal saleh yang memerlukan perjuangan. Seorang hafidh—atau orang yang sedang menghafal Al-Qur’an hingga khatam—seharusnya memiliki semangat juang seperti para pekerja proyek yang berusaha menyelesaikan tugasnya dengan baik dan sempurna.

Seorang hafidh tidak boleh kalah semangat dengan pekerja proyek jalan tol layang. Mereka berjuang demi sesuatu yang bersifat duniawi, sementara perjuangan seorang hafidh adalah untuk meraih nilai ukhrawi.

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰى
“Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”
(QS. Adh-Dhuha: 4)

وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
“Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.”
(QS. Al-A‘la: 17)

Perjuangan seorang hafidh tidaklah sia-sia, karena setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca dan diulang-ulang mengandung pahala.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Abdullah ibn Mas‘ud berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan pahalanya sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf.”
(HR. At-Tirmidzi)

Keistimewaan Lainnya

1. Dipilih menjadi imam

يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ...
“Yang paling berhak mengimami shalat suatu kaum adalah yang paling bagus atau paling banyak hafalan Al-Qur’annya...”
(HR. Muslim)

2. Mendapatkan penghargaan dari Rasulullah ﷺ

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَجْمَعُ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ مِنْ قَتْلَى أُحُدٍ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ ثُمَّ يَقُولُ أَيُّهُمْ أَكْثَرُ أَخْذًا لِلْقُرْآنِ فَإِذَا أُشِيرَ لَهُ إِلَى أَحَدِهِمَا قَدَّمَهُ فِي اللَّحْدِ وَقَالَ أَنَا شَهِيدٌ عَلَى هَؤُلَاءِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَمَرَ بِدَفْنِهِمْ فِي دِمَائِهِمْ وَلَمْ يُغَسَّلُوا وَلَمْ يُصَلَّ عَلَيْهِمْ

“Adalah Nabi ﷺ mengumpulkan dua orang yang gugur pada Perang Uhud dalam satu baju, kemudian beliau bersabda, ‘Siapa di antara mereka yang paling banyak mengambil (hafalan) Al-Qur’an?’ Ketika ditunjuk salah satunya, maka beliau mendahulukannya ke dalam liang lahad. Beliau bersabda, ‘Saya menjadi saksi untuk mereka di hari kiamat.’ Dan beliau memerintahkan untuk menguburkan mereka dengan darahnya tanpa dimandikan dan tanpa dishalati.”

(HR. Bukhari)

3. Diakui sebagai Ahli Allah dan orang pilihan-Nya
Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هُمْ؟ قَالَ: هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
(رواه الإمام أحمد وابن ماجه)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a., ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى mempunyai ahli dari kalangan manusia.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah mereka itu?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Para penghafal Al-Qur'an. Mereka adalah Ahli Allah dan orang-orang pilihan-Nya.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Semoga kita, keluarga kita, dan anak keturunan kita menjadi Ahlul Qur’an. Aamiin.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah.”

📞 Informasi Kontak

🏢

Alamat Kantor

Jl. Patriot Kp. Dua RT. 03/03 Jakasampurna, Bekasi Barat

📞

Telepon

021-89461065

💬

WhatsApp

0815-8686-7561

🕒 Jam Operasional

Senin - Jumat: 08:00 - 17:00 WIB

Sabtu: 08:00 - 15:00 WIB

Minggu: Libur

🏦 Rekening Donasi & Wakaf

Bank Muamalat
3050 1112 01
a.n. Yayasan Bait Ahlil Qur'an
Bank BSI
7093 6415 79
a.n. Yayasan Bait Ahlil Qur'an

🌐 Media Sosial & Website

✉️ Kirim Pesan